Senin, 10 Februari 2014

Jika wanita terserang alergi pada pembalut



Gejala Vulvitis dapat di lihat pada organ luar kewanitaan yang muncul seperti gatal, panas, terjadinya perubahan warna pada kulit alat kelamin menjadi kemerahan dengan diikuti bintik-bintik merah yang berair, terasa bengkak, terjadi iritasi atau lecet, tampak kasar pada kulit luar vagina serta adanya sisik yang kemerahan. Pembalut harus sering diganti karena dapat menyebabkan reaksi alergi yang dapat berakibat terjadinya infeksi dalam organ vagina pada bagian dalam sehingga berakibat pada peradangan vagina atau vaginitis.

Yang perlu dilakukan dengan mengganti pembalut dengan jenis lain yang dirasa cocok, bila memungkinkan bisa menggunakan pembalut yang dibuat sendiri seperti dari bahan katun lembut atau berbahan handuk. Sebaiknya gunakan celana dalam yang longgar serta berbahan katun lembut. Jangan menggunakan pakaian dalam yang ketat serta terbuat dari bahan sintetis.
Gantilah pembalut sesering mungkin, penggunaan douch vagina atau tampon sebaiknya dihindari terutama ketika menstruasi.

Penggunaan obat salep tanpa pemeriksaan dari dokter juga perlu di hindari. Penggunaan salep pada area wanita perlu diketahui dulu penyebabnya, karena dimungkinkan bisa disebabkan oleh alergi, infeksi dan jamur.
Ada baiknya daerah kewanitaan dulu yang dibersihkan sampai bersih lalu area dubur, cebok yang dilakukan arahnya dari depan menuju ke belakang. Setelah itu gunakan handuk kering untuk mengeringkan.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar