Gejala Vulvitis dapat di
lihat pada organ luar kewanitaan yang muncul seperti gatal, panas, terjadinya
perubahan warna pada kulit alat kelamin menjadi kemerahan dengan diikuti
bintik-bintik merah yang berair, terasa bengkak, terjadi iritasi atau lecet,
tampak kasar pada kulit luar vagina serta adanya sisik yang kemerahan. Pembalut
harus sering diganti karena dapat menyebabkan reaksi alergi yang dapat
berakibat terjadinya infeksi dalam organ vagina pada bagian dalam sehingga
berakibat pada peradangan vagina atau vaginitis.
Yang perlu dilakukan dengan mengganti pembalut
dengan jenis lain yang dirasa cocok, bila memungkinkan bisa menggunakan
pembalut yang dibuat sendiri seperti dari bahan katun lembut atau berbahan
handuk. Sebaiknya gunakan celana dalam yang longgar serta berbahan katun
lembut. Jangan menggunakan pakaian dalam yang ketat serta terbuat dari bahan
sintetis.
Gantilah pembalut sesering mungkin, penggunaan
douch vagina atau tampon sebaiknya dihindari terutama ketika menstruasi.
Penggunaan obat salep tanpa pemeriksaan dari dokter
juga perlu di hindari. Penggunaan salep pada area wanita perlu diketahui dulu
penyebabnya, karena dimungkinkan bisa disebabkan oleh alergi, infeksi dan
jamur.
Ada baiknya daerah kewanitaan dulu yang dibersihkan
sampai bersih lalu area dubur, cebok yang dilakukan arahnya dari depan menuju
ke belakang. Setelah itu gunakan handuk kering untuk mengeringkan.
Sekian
informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada
pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter
Online” di bawah ini. Terima kasih.
article
from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar