Tampilkan postingan dengan label penyakit payudara wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit payudara wanita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Mastitis akibat Bakteri menyerang payudara wanita



RadangPayudara atau Mastitis disebabkan oleh bakteri, yang menyebabkan abses, atau kumpulan nanah dalam rongga di jaringan kelenjar payudara. Nanah yang menyebar ke bagian lain dari tubuh dapat menyebabkan demam tinggi dan menggigil, berkeringat banyak, penurunan sistem kekebalan tubuh, bahkan penurunan kesadaran.

Tes-tes ini meliputi:
1.      Estrogen dan status reseptor progesteron. Hormon estrogen dan progesteron merangsang pertumbuhan sel-sel payudara normal, dan beberapa jenis kanker payudara. status reseptor hormon adalah bagian penting dari informasi yang akan membantu Anda dan rencana perawatan dokter.

2.     DIA-2 status reseptor. HER-2/neu adalah protein yang mengatur pertumbuhan sel kanker payudara beberapa. Sekitar 25% dari wanita dengan kanker payudara memiliki terlalu banyak, ini akan mendorong pertumbuhan protein.

mastitis payudara juga wajib dikenali untuk upaya pencegahan,karena jika sudah akut, bisa berakibat pengangkatan peyudara.

Istilah mastitis payudara berarti radang pada payudara. Gejalanya bermacam termasuk adanya benjolan di payudara. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya radang ini termasuk keberadaan kuman.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Gejala dari Radang Payudara



Radang payudara atau infeksi payudara (Mastitis) adalah radang pada payudara yang disebabkan karena infeksi pada jaringan payudara atau disebabkan karena adanya penyumbatan.

Menurut penelitian radang payudara ini bisa disebabkan dari mulut suami tidak sehat. Penyakit ini timbul jika suami Anda menghisap payudara disaat kesehatan dan kebersihan mulutnya tidak terjamin.
Tanda radang payudara bisa bermacam-macam termasuk timbulnya benjolan di sekitar payudara. Benjolan sangat dimungkinkan memerah dan menimbulkan rasa panas dan nyeri.

Tidak heran penderita akan merasa payudaranya terasa cenat-cenut, apalagi bila benjolan ini sebagai bisul yang pecah. Selain penampilannya menjadi mengerikan, tentu saja nyerinya akan bertambah hebat.

Memang radang payudara tidak seberbahaya kanker payudara, tapi bukan berarti tidak berdampak buruk bagi payudara anda. Jika sudah akut, maka payudara Anda harus diangkat. Gejalanya juga muncul bencolan pada payudara.

Inflamasi kanker payudara dapat menyebabkan satu atau lebih dari gejala-gejala:
-      Payudara terjadi bengkak, merah, dan hangat
-      Sakit pada payudara
-      Gatal pada payudara
-      Kadang-kadang puting susu ke payudara dan bukannya menunjuk. Ini disebut retraksi puting.
-      Perubahan kulit, terutama daerah yang tampak tebal dan diadu seperti kulit jeruk. Kadang-kadang ada gunung-gunung di kulit dan benjolan kecil yang tampak seperti ruam atau gatal.
-      Payudara yang memar terlihat pada bagian-bagian tertentu.
-      Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak
-      Ada satu atau lebih benjolan pada payudara.
-      Tidak Demam

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Deteksi radang payudara pada wanita



Penyakitradang payudara memang beda dengan penyakit kanker payudara. Macam-macam radang payudara juga bisa dipilah dari penyebabnya, dimana radang ini biasa disebut dengan penyakit mastitis. 
Pada dasarnya, gejala yang timbul akibat mastitis adalah timbulnya benjolan di payudara. Benjolan atau penebalan ini berwarna merah, juga terasa panas dan nyeri.

Nyeri yang timbul bisa cenat-cenut di daerah payudara, apalagi bila benjolan ini sebagai bisul yang pecah, maka penampilannya jadi sangat mengerikan.

Rasa nyeri inilah yang merupakan perbedaan mendasar antara radang payudara dan kanker. Pada kanker payudara, awalnya pengidap tidak akan merasa nyeri sama sekali, melainkan hanya timbul benjolan saja. Benjolan mastitis bukan seperti kanker yang bentuknya keras, melainkan berupa penebalan yang berisi cairan. 

Penyebab radang payudara:
§  Daya tahan tubuh yang lemah dan kurangnya menjaga kebersihan puting payudara saat menyusui.
§  Infeksi bakteri staphylococcus auereus yang masuk melalui celah atau retakan putting payudara.
§  Saluran ASI tersumbat tidaksegera diatasi sehingga menjadi mastitis.
Gejala:
§  Payudara bengkak dan terasa nyeri serta keras saat diraba dan tampak memerah.
§  Permukaan kulit payudara tampak seperti pecah-pecah.
§  Badan disertai demam seperti terserang flu.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Beberapa faktor penyebab radang Payudara



Ada tiga jenis mastitis yaitu: mastitis periductal, mastitis pueperalis, dan mastitis supurativa. Ketiga jenis mastitis ini muncul akibat penyebab yang berbeda dan muncul dalam kondisi yang juga berbeda.

Mastitis periductal biasanya muncul pada wanita di usia menjelang menopause, penyebab utamanya tidak jelas diketahui. Keadaan ini dikenal juga dengan sebutan mamary duct ectasia, yang berarti pelebaran saluran karena adanya penyumbatan pada saluran di payudara.

Pada wanita usia 45 tahun ke atas atau pada usia memasuki menopause, beberapa pemicu reaksi peradangan ialah perubahan hormonal dan aktivitas menyusui di masa lalu. Faktor penyebab penyumbatan yang utama ialah jaringan yang mati dan air susu itu sendiri.

Tumpukan jaringan mati dan air susu di saluran payudara ini menyebabkan buntunya saluran dan pada akhirnya malah melebarkan saluran di belakangnya, yang biasanya terletak di belakang puting payudara. Hasil akhirnya ialah reaksi peradangan yang disebut
mastitis periductal.

Jenis kedua ialah mastitis pueperalis atau disebut juga lactational mastitis, jenis ini banyak diidap wanita hamil atau menyusui. Menurut dr. Samuel, sekitar 90 persen penyebab utama mastitis jenis ini ialah akibat kuman yang menginfeksi payudara ibu. Hal ini dikarenakan air susu merupakan media yang subur bagi pengembang biakan berbagai jenis kuman.

Jenis kuman yang paling umum ditemui pada mastitis jenis ini ialah Staphylococcus aureus, yang bisa ditransmisi ke puting ibu melalui kontak langsung. Ibu yang sedang menyusui, bisa mendapatkan kuman ini dari kontak dengan mulut bayi, tapi bisa juga dilakukan penularan sebaliknya, dari ibu ke bayi melalui plasenta.

Asal kuman pastinya dari kontak langsung antara puting dengan dunia luar, baik itu dari mulut bayi atau mulut suaminya, apalagi pada orang dengan kesehatan mulut rendah seperti mulut dari pengisap rokok.

Jenis terakhir ialah mastitis supurativa. Mastitis jenis ini ialah yang paling sering ditemui. Mirip dengan jenis sebelumnya, mastitis jenis ini juga disebabkan kuman staphylococcus. Selain itu bisa juga disebabkan oleh jamur, kuman TBC, bahkan sifilis.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Beberapa faktor mengenai radang payudara pada Wanita



Pada beberapa kondisi, mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan dari daerah puting. Cairan ini berwarna putih kekuningan seperti nanah. Beda halnya dengan kanker payudara, cairan yang keluar dari puting biasanya merah atau kuning kecoklatan seperti noda darah.
 
Selain itu, terkadang puting juga terasa seperti tertarik. Pada mastitis yang disebabkan infeksi kuman, terkadang berkembang menjadi suatu kumpulan nanah dalam rongga baru di jaringan kelenjar payudara.

Nanah ini terbentuk dari kumpulan bakteri, jaringan dan leukosit, baik mati maupun hidup. Bahaya nanah ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain hingga menyebabkan rasa merinag atau demam tinggi dan menggigil, keringat banyak, turunnya daya tahan tubuh bahkan hingga menurunnya kesadaran.

Gejala Mastitis mirip seperti saluran ASI tersumbat: payudara nyeri dan sakit, namun lebih sering dan lama, disertai demam dan payudara panas jika diraba. Mastitis biasa juga disebut dengan abses atau nanah pada payudara atau radang payudara.

Mastitis biasanya diderita oleh ibu yang baru melahirkan dan menyusui. Radang terjadi karena ibu tidak menyusui atau puting payudaranya lecet karena menyusui. Mastitis ini bisa terjadi pada satu atau kedua payudara sekaligus.

Gejala:
-      Payudara bengkak dan terasa nyeri serta keras saat diraba dan tampak memerah.
-      Permukaan kulit payudara tampak seperti pecah-pecah.
-      Badan disertai demam seperti terserang flu

Mengatasinya:
§  Teruskan pemberian ASI meski payudara mengalami abses atau pembengkakan. Tahan sakit. Pemberian ASI mempercepat penyembuhan.
§  Kompres payudara dengan air hangat atau kain dibasahi air hangat.
§  Cukup istrirahat dan tidur agar tubuh aktif memproduksi sistem imun guna memerangi infeksi mastitis.
§  Minum antibiotik sesuai resep dokter.
§  Makan makanan yang bergizi tinggi.
§  Minum banyak air putih juga akan membantu menurunkan demam.

Pencegahan:
§  Ibu melahirkan cukup istrirahat dan secara teratur menyusui bayinya agar payudara tidak menjadi bengkak.
§  Gunakan BH yang sesuai dengan ukuran payudara.
§  Usahakan selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkan dengan kapas dan air hangat sebelum dan sesudah menyusui.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

AWAS! BAHAYA MASTITIS MENYERANG WANITA



Radang payudara (Mastitis) adalah radang pada payudara yang disebabkan karena infeksi pada jaringan payudara atau disebabkan karena adanya penyumbatan.

Benjolan payudara, biasanya berwarna merah, terasa panas dan nyeri. Nyeri yang timbul ialah berupa rasa 'nyut – nyut' di daerah payudara. Benjolan pada mastitis berisi cairan. Pada beberapa kondisi, mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan dari puting, cairan ini berwarna putih kekuningan berupa nanah.

Demam dan meriang dapat terjadi pada mastitis yang disebabkan karena kuman, yang disebabkan adanya abses/kumpulan nanah dalam rongga di jaringan kelenjar payudara. Nanah yang menyebar ke bagian tubuh lain dapat menyebabkan meriang/demam tinggi dan menggigil, keringat banyak, turunnya daya tahan tubuh, bahkan hingga menurunnya kesadaran.

Pengobatan radang payudara:
Pengobatan mastitis disesuaikan dengan penyebabnya, jika penyumbatan tersebut biasanya diberikan analgesik (pereda nyeri), jika bakteri penyebab infeksi harus diberikan antibiotik, tetapi jika itu terjadi maka drainase abses harus dilakukan (distribusi nanah).

Obat perawatan biasanya diikuti dengan pembedahan untuk menghapus payudara dan kelenjar getah bening. Setelah operasi, terapi radiasi digunakan untuk mencoba untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.